Lelaki yang duduk di trotoar itu sedang mengawasi pekerja yang sedang mengecat arena bermain skateboard, dengan wajahnya yang tampak serius tetapi masih tetap bisa bercanda dengan pekerja lainnya. Lelaki yang memiliki kulit sawo matang dan berusia 24 tahun tersebut memegang walky talky dan sedang mendengarkan laporan petugas lainnya.
Deni, seorang penjaga Taman Bungkul yang bekerja di Taman Bungkul kurang lebih selama 2 tahun lebih. Dia yang bertugas sebagai pengaman dan ketertiban di Taman Bungkul, ”Saya di sini menikmati pekerjaan saya dan saya senang juga senang di sini karena bisa bercengkrama dengan teman-teman di sini” ujarnya. Selama di sini, Taman Bungkul menjadi tujuan banyak orang yang dan bisa menjadi sasaran tindak kriminal di kawasan tersebut, menurut Dedi tindak kriminal di Taman Bungkul mulai menurun hanya saja di area Sunan Bungkul masih ada tindak kriminal seperti pencurian kotak amal dan hal ini masih diselidiki oleh pihak pengamanan di Taman Bungkul.
Selama di sini, dia tidak merasa terbebani, “Kerjanya dibawa enjoy aja mas, banyak teman di sini jadi betah kerjanya, dan saya menganggap di sini adalah rumah kedua saya setelah di rumah” ujarnya, Dedi.
Hampir 2 tahun bekerja sebagai penjaga Taman Bungkul, Dedi berangat menuju Bungkul dari Kenjeran Surabaya, dengan jarak yang begitu jauh, dia tidak pernah mengeluh dengan pekerjaanya tersebut, menurutnya ini pekerjaan yang mengasikan.
Deni berharap kedepannya agar Taman Bungkul ini bisa lebih baik kedepannya demi masyarakat Surabaya khususnya dan masyarakat luar Surabaya, agar taman tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.